Senin, 10 Oktober 2016

DIGITAL CINEMA



Produksi Film
       Kegiatan produksi film dan produk audio visual lainnya secara umum
terdiri atas lima proses, seperti yang telah dijabarkan pada bab Pendahuluan.
Akan tetapi dari kelima kegiatan tersebut, yang utama dan menyangkut dengan
proses produksi meliputi kegiatan Pra-produksi, Produksi, dan Post-produksi
A.    Pra-produksi
Merupakan kegiatan tahap perencanaan produksi film yang
akan diproduksi. Kompleksitas sebuah kegiatan perencanaan ini
bergantung pada besar atau kecilnya film yang akan diproduksi.
perekrutan awak produksi fim sudah terpilih; kru film sudah
menentukan jenis film yang akan dibuat; serta naskah cerita
yang akandipakai, sudah matang dan tidak lagi mengalami
perubahan. Selain iturancangan anggaran juga sudah diselesaikan
dan departemen kru yangbersangkutan mulai untuk mencari
dana demi pembuatan film.
B.     Produksi
melaksanakan pengambilan gambar adegan (take shot) atau
yang lebih dikenal kaum awam dengan sebutan „syuting‟.
Proses syuting dilaksanakan sesuai dengan jadwal syuting yang
telah dibuat. Jadwal syuting secara garis besar pada umumnya tercantum
pada breakdown dan detail jadwal setiap harinya dicantumkan ke dalam
rundown. Seluruh kru film dan para pemeran sebisa mungkin harus
bekerja sesuai dengan jadwal yang sudah direncanakan agar proses
pembuatan film selesai tepat waktu.

C.     Post Produksi
   Post-produksi dalam tahap ini, hasil perekaman
gambar diolah dan digabungkan dengan hasil rekaman suara.
Aspek terpenting dalam kegiatan post-produksi adalah:
a.  Editing Offline

Merupakan tahapan penyuntingan kasar, di mana setiap adegan
sudah disusun sesuai dengan urutan pada naskah. Pada proses editing
offline ini, hanya dilakukan penyuntingan adegan per adegan, tanpa
memasukkan efek suara dan efek audio lain seperti musik latar  (music scoring).
b. Editing Online
Editing online ini, susunan adegan  yang sudah „dikunci‟
 ditambahkan efek suara,music scoring (musik latar),
serta efek visual lain seperti coloring,animation, serta special effect.
Proses editing tidak lagi mengacu pada naskah.

DAFTAR PUSTAKA : https://drive.google.com/open?id=0B3RED88sEDG7dm5rMi1aSk1PS3c

1 komentar:

  1. Judul penulisan anda tentang digital cinema yang sifatnya sangat global dan umum. tidak fokus pada satu bahasan khusus mengenai digital cinema, sehingga jika ditautkan dengan isi penulisannya masih sangat kurang. pun tidak ada kesimpulan mengenai apa yang sedang anda bahas. selain itu, tolong jangan malas untuk membuat hyperlink untuk link daftar pustaka/sumber yang anda cantumkan. terima kasih. -NH-

    BalasHapus