Senin, 10 Oktober 2016

DIGITAL TELEVISI



Sejarah Televisi
                Televisi berasal dari 2 kata, yaitu tele yang berarti jauh, dan visi yang berarti citra/ gambar.
Dan televisi dapat diartikan sebagai suatu sistem penyajian gambar serta berikut suara. Dan istilah televisi pertama kali dikemukakan constatin perskyl  dari rusia pada cara internasional congress of electricity yang pertma.
Dalam penemuan televisi, terdapat banyak pihak, penemu maupun innovator yang terlibat, baik perorangan maupun badan usaha. Televisi adalah karya massal yang dikembangkan dari tahun ketahun. Televisi tentu tidak bisa dipisahkan dari penemuaan hukum gelombang elektromagnetik yang ditemukan joseph henry dan Michael faraday (1831) merupakan awal dari era konunikasi elektromagnetik.


1.       Televisi Analog
Televisi yang mengkodekan informasi gambar dengan memvariasikan voltase dan frekuensi dari sinyal.  Ada tiga standar sistem televisi yang popular di seluruh dunia hingga sampe saat ini  yaitu:

-          NTSC (National Television Standarts Committee)
-          PAL ( Phase Altenating by  Line)
-          SECAM (Sequential Couleur Avec  Memoire)

2.       Televisi Digital
Televisi yang mengunakan modulasi digital dan sistem kompresi untuk menyebar luaskan video, audio, signal, data kepesawat televisi. Seperti televisi boardcasting analog, digital televisi juga memilik standar sendiri :
-          DVB (digital video broadcast)
-          DVB-S (Satelite)
-          DVB-T (Terrestrial)
-          DVB-C (cabel)
-          DVB-H (handheld)
-          DTV (broadcasting)
-          ATSC ( Advanced television systems committee)
-          ISDB(Integrated service digital broadcasting)

DAFTAR PUSTAKA :https://drive.google.com/open?id=0B3RED88sEDG7SEtBT2hJZWdFSjA

DIGITAL TELEVISI



-          Produksi, Distribusi, Penerimaan tv

      Penyiaran televisi digital terrestrial adalah penyiaran yang menggunakan frekuensi radio VHF/ UHF seperti halnya penyiaran analog, akan tetapi dengan format konten yang digital. Dala, penyiaran televisi analog, semakin jauh dari stasiun pemancar televisi signal akan makin melemah dan penerimaan gambar menjadi buruk dan berbayang. Penyiaran televisi digital yang terus  menyampaikan gamabr dan suara dengan jernih sampai pada titik dimana signal tidak dapat diterima lagi. Penyiaran TV digital hanya mengenal dua status: Terima (1) atau Tidak (0). Artinya, apabila perangkat penerima siaran digital dapat menangkap sinyal, maka program siaran akan diterima. Sebaliknya, jika sinyal tidak diterima maka gambar-suara tidak muncul. Maka diperlukan suatu antena yang dapat menerima siaran televisi digital.
Bentuk antenna adala antena Bowtie yang memiliki lebar bandwidth yang besar dan pola radiasi bidirectional cocok untuk antenna penerima sinyal TV.
Antena bowtie sebagai penerima antena televisi digital yang menggunakan material tembaga dan alumunium yang dapat bekerja pada rentang frekuensi 500-700 MHz dan juga dapat bekerja pada aplikasi televisi digital DVT-T2.
Antena adalah  sebuah perangkat yang digunakan untuk memencarkan dan atau menerima gelombang elektromagnetik secara efisien. Antena akan mentransformationkan gelombang ruang bebas menjadi gelombang terbimbing.

Televisi Digital atau DTV adalah  jenis televesi yang menggunakan modulasi digital dan sistem kompresi untuk menyiarkan sinyal gambar, suara, dan data ke pesawat televisi. Teknologi digital efisien dalam pemanfaatan spectrum frekuensi. Desain dan implementasi sistem siaran TV digital ditunjukan pada peningkatan kualitas gambar.  TV digital memungkinkan pengiriman gambar dengan akurasi dan resolusi tinggi.

DAFTAR PUSTAKA :  https://drive.google.com/open?id=0B3RED88sEDG7MTRSbEZ6b2hjWGM

DIGITAL CINEMA



Aliran Utama Pembuatan Film
Film adalah gambar-hidup yang juga sering disebut movie. Film
  secara kolektif sering disebut sebagai sinema. Film juga sebenarnya
merupakan lapisan-lapisan cairan selulosa, biasa di kenal di dunia para
sineas sebagai seluloid. Pengertian secara harafiah film (sinema) adalah
Cinemathographie yang berasal dari Cinema + tho = phytos (cahaya)
+ graphie = grhap (tulisan = gambar = citra), jadi pengertiannya
adalah melukis gerak dengan cahaya. Film adalah sekedar gambar yang bergerak,
adapun pergerakannya disebut sebagai intermitten movement, karya cipta seni dan
budaya yang merupakan media komunikasi massa pandang-dengar
yang dibuat berdasarkan asas sinematografi dengan direkam pada pita
seluloid, pita video, piringan video, dan/atau bahan hasil
penemuan teknologi lainnya dalam segala bentuk, jenis, dan ukuran
melalui proses kimiawi, proses elektronik, atau proses lainnya, dengan
atau tanpa suara, yang dapat dipertunjukkan dan/atau ditayangkan
dengan sistem Proyeksi mekanik, eletronik.

-          Menurut Cara Pembuatan Film
A.     Film Eksperimental
Film Eksperimental adalah film yang dibuat tanpa
mengacu pada kaidah-kaidah pembuatan film yang
lazim.
B.     Film Animasi
Film Animasi adalah film yang dibuat dengan
memanfaatkan gambar (lukisan) atau benda mati lainnya.
-          Pelaku Industri Film.
A.     Produser : Memimpin produksi film.
B.     Sutradara : Memimpin proses pembuatan film
C.     Penulis Skenario : Mengaplikasikan ide cerita ke dalam tulisan.
D.     Penata Fotografi : menjalankantugasnya mengambil gambar
E.     Penyunting : Orang yang bertugas merangkai gambar
F.      Penata Artistik : membantu menyiapkan pakaian (kostum)
G.    Pemeran : sebagai bintang film
H.    Publicity Manager : seorang yang tahu betul melakukan propaganda

DAFTAR  PUSTAKA : https://drive.google.com/open?id=0B3RED88sEDG7TFBUbGpRZng2VUk
 

DIGITAL CINEMA



Produksi Film
       Kegiatan produksi film dan produk audio visual lainnya secara umum
terdiri atas lima proses, seperti yang telah dijabarkan pada bab Pendahuluan.
Akan tetapi dari kelima kegiatan tersebut, yang utama dan menyangkut dengan
proses produksi meliputi kegiatan Pra-produksi, Produksi, dan Post-produksi
A.    Pra-produksi
Merupakan kegiatan tahap perencanaan produksi film yang
akan diproduksi. Kompleksitas sebuah kegiatan perencanaan ini
bergantung pada besar atau kecilnya film yang akan diproduksi.
perekrutan awak produksi fim sudah terpilih; kru film sudah
menentukan jenis film yang akan dibuat; serta naskah cerita
yang akandipakai, sudah matang dan tidak lagi mengalami
perubahan. Selain iturancangan anggaran juga sudah diselesaikan
dan departemen kru yangbersangkutan mulai untuk mencari
dana demi pembuatan film.
B.     Produksi
melaksanakan pengambilan gambar adegan (take shot) atau
yang lebih dikenal kaum awam dengan sebutan „syuting‟.
Proses syuting dilaksanakan sesuai dengan jadwal syuting yang
telah dibuat. Jadwal syuting secara garis besar pada umumnya tercantum
pada breakdown dan detail jadwal setiap harinya dicantumkan ke dalam
rundown. Seluruh kru film dan para pemeran sebisa mungkin harus
bekerja sesuai dengan jadwal yang sudah direncanakan agar proses
pembuatan film selesai tepat waktu.

C.     Post Produksi
   Post-produksi dalam tahap ini, hasil perekaman
gambar diolah dan digabungkan dengan hasil rekaman suara.
Aspek terpenting dalam kegiatan post-produksi adalah:
a.  Editing Offline

Merupakan tahapan penyuntingan kasar, di mana setiap adegan
sudah disusun sesuai dengan urutan pada naskah. Pada proses editing
offline ini, hanya dilakukan penyuntingan adegan per adegan, tanpa
memasukkan efek suara dan efek audio lain seperti musik latar  (music scoring).
b. Editing Online
Editing online ini, susunan adegan  yang sudah „dikunci‟
 ditambahkan efek suara,music scoring (musik latar),
serta efek visual lain seperti coloring,animation, serta special effect.
Proses editing tidak lagi mengacu pada naskah.

DAFTAR PUSTAKA : https://drive.google.com/open?id=0B3RED88sEDG7dm5rMi1aSk1PS3c