Berkembangnya pendidikan di berbagai
negara rasanya sangat sakral dengan kemajuan-kemajuan teknologi dan juga cara
berfikir dari berbagai pihak, baik dari pemerintah, masyarakat maupun dari
siswa yang ada di Negara itu sendiri. Sering kali kita bertemu dengan ungkapan
bahwa kemajuan bidang pendidikan didukung oleh kemajuan ekonomi negara
itu sendiri. Namun, disisi lain ada pendapat sebaliknya, bahwa kemajuan
ekonomi didukung oleh kemajuan penidikan yang ada di negara itu sendiri.
Dan menurut saya, kedua pendapat itu memang tidak salah. Namun, saya mempunyai
pendapat lain yang mungkin dapat menengahi kedua pendapat tersebut dengan
mengintegrasikan keduanya. Menurut saya, kemajuan ekonomi itu didukung oleh
suksesnya tujuan pendidikan, dan suksesnya tujuan pendidikan pun didukung oleh
kemajuan ekonomi. Artinya, kemajuan pendidikan berjalan seiring dengan kemajuan
ekonomi. Hanya saja, kita harus memfokuskan terhadap hal apa yang dapat
disumbangkan bidang ekonomi terhadap pendididikan dan begitu pun sebaliknya.
Berbicara mengenai pendidikan di Indonesia saat ini memang sangat
memprihatinkan. Dan harus kita akui, dengan kondisi pendidikan yang sangat
memprihatinkan ini, semua pihak menuntut akan kemajuan pendidikan, baik dari
segi kualitas maupun kuantitas pendidikan. Namun, hal itu selalu hanya
dititik bebankan pada pemerintah. Mulai dari masyarakat umum, wali murid sampai
pada siswa pun selalu menuntut akan sikap responsibility dari pemerintah.
Begitu banyak tuntutan-tuntutan masyarakat yang sengaja dilontarkan untuk
terus-menerus menyalahkan pemerintah atas kondisi pendidikaan saat ini. Memang
betul pendidikan saat ini sangat memprihatinkan, bahkan begitu banyak
sekelompok orang yang memfonis bahwa pendidikan di Indonesia saat ini cenderung
gagal. Hal ini terlihat dari begitu tingginya tingkat pengangguran di
Indonesia. Kini para pengangguran bukan hanya para pengangguran yang
tidak berpendidikan tinggi, namun banyak juga para pengangguran yang
mengenyam pendidikan tinggi. Melihat kenyataan ini, lagi-lagi masyarakat selalu
mengikut sertakan keegoisannya untuk mencari solusi atas permasalahan ini.
Kegagalan!!! Setiap kali kita membicarakan atau bahkan mengalami kegagalan,
kita selalu sibuk menyalahkan pihak lain. Seolah-olah kesalahan seutuhnya milik
orang lain. Semua itu terbukti dengan kegagalan yang negara kita alami dalam
bidang pendidikan. Di saat pendidikan di Indonesia dianggap mengalami
kegagalan, sebagian besar masyarakat sibuk menyalahkan pemerintah. Demo terjadi
di mana-mana, menuntut tanggung jawab pemerintah atas kegagalan pendidikan
Indonesia saat ini tanpa melihat sangat minimnya usaha individu masyarakat itu
sendiri. Apakah itu bukan keegoisan masyarakat? Dan dengan sikap sebagian
besar masyarakat yang demikian, menimbulkan pertanyaan besar, benarkan
kegagalan ini merupakan kesalahan pemerintah seutuhnya??? Menurut saya tidak!!!
Jika masyarakat menilai bahwa pemerintah sudah gagal mencapai tujuan
pendidikan, mengapa sebagai masyarakat yang baik dan bermoral, tidak berusaha
untuk ikut andil dalam memperbaiki kegagalan-kegagalan pendidikan yang telah
terjadi??? Jika saja masyarakat juga ikut andil untuk membebaskan Indonesia
dari kegagalan pendidikan
kegagalan akan mulai berkurang. Sekarang timbul sebuah pertanyaan
usaha apa yang dapat dilakukan oleh masyarakat untuk andil dalam hal
ini??? Menurut saya ada beberapa peran
masyarakat dalam bidang pendidikan demi suksesnya tujuan pendidikan, di
antaranya:
1.Masyarakat harus memanfaatkan jasa
sekolah yang telah disediakan pemerintah.
2.Masyarakat dapat berpartisifasi
untuk perawatan dan pembangunan fisik sekolah.
3.Masyarakat/orang tua harus
membimbing anaknya untuk tetap mentaati peraturan sekolah, mulai dari peraturan
disiplin, administrasi sampai seragam.
4.Masyarakat dapat membantu dalam
pemantauan perkembangan akademik anak dengan berkonsultasi pada pihak sekolah
mengenai masalah pembelajaran.
5.Masyarakat/orang tua harus bisa
terlibat dalam pembahasan masalah pendidikan.
6.Masyarakat/orang tua harus
menyampaikan keganjalan yang dirasakan mengenai pendidikan kepada pihak
sekolah untuk menjadi evalusai tersendiri bagi sekolah itu.
7. Masyarakat/orang tua harus sadar
bahwa wajib belajar selama 9 tahun dan tetap mengawasi pergaulan anak di luar
lingkungan sekolah.
8. Masyarakat/mahasiswa dapat
mendirikan lembaga formal/informal bebas dana yang diperuntukkan bagi anak-anak
jalanan yang tidak mampu.
9. Masyarakat harus menghindari rasa malas
untuk bekerja demi memperbaiki ekonomi pribadi dan keluarga.
10.Masyarakat harus selalu optimis
untuk sukses dan menghindari kemiskinan.
Itulah peran masyarakat yang dapat
direalisasikan demi kebebasan Indonesia dari kegagalan pendidikan. Dengan
begitu, berarti pemerintah dan masyarakat saling bekerja sama untuk
meningkatkan kualitas dan kuantitas pendidikan di Indonesia. Dan sekarang,
perlu berfikir berulang-ulang kali untuk tetap menyalahkan pemerintah
atas kegagalan pendidikan di Indonesia ini. Karena pada hakikatnya, kegagalan
pendidikan di Indonesia ini bukan sepenuhnya kesalahan dari pemerintah, namun
ada juga kesalahan yang tidak disadari dari para masyarakat, yang pada
kenyataannya masyarakat terlalu sibuk berdemo menuntut hak, tanpa menyadari
kewajibannya sebagai masyarakat yang baik. Semoga tulisan ini dapat bermanfaat
dan menjadikan kita dapat berpikir panjang atas apa yang Negara kita alami saat
ini. Dan besar harapan saya bagi para pembaca untuk mengomentari, mengkritik,
atau bahkan menyangkal pendapat saya ini. Dengan begitu, insya Allah wawasan
kita semua akan bertambah



