PENGERT1AN HARAPAN
Setiap manusia mempunyai harapan. Manusia
yang tanpa harapan, berarti manusia itu mati dalam hidup. Orang yang akan
meninggal sekalipun mempunyai harapan, biasanya berupa pesan-pesan kepada ahli
warisnya.
Harapan tersebut tergantung pada
pengetahuan, pengalaman, lingkungan hidup, dan kemampuan masing-masing. Harapan
harus berdasarkan kepercayaan, baik kepercayaan pada diii sendiri, maupun
kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Agar harapan terwujud, maka perlu usaha
dengan sungguh-sungguh. Manusia wajib selalu berdoa. Karena usaha dan doa
merupakan sarana terkabulnya harapan.
Harapan hams berdasarkan
kepercayaan, baik kepercayaan pada diii sendiri, maupun kepercayaan kepada
Tuhan Yang Maha Esa. Agar harapan terwujud, maka perlu usaha dengan
sungguh-sungguh. Manusia wajib selalu berdoa. Karena usaha dan doa merupakan
sarana terkabulnya harapan.
B.
KEPERCAYAAN
Kepercayaan berasal dari
kata percaya, artinya mengakui atau meyakini akan kebenaran Kepercayaan adalah
hal-hal yang berhubungan dengan pengakuan atau keyakinan akan kebenaran.
Kebenaran atau benar
amat penting bagi manusia. Setiap orang mendambakannya, karcna ia mempunyai
arti khusus bagi hidupnya. Ia merupakan fokus dari segala pikiran, sikap dan
perasaan.
Dalam tingkah laku, ucapan,
perbuatan manusia selalu berhati-hati agar mereka tidak menyimpang dari
kebenaran. Manusia sadar, bahwa ketidak benaran dalam bertindak, bemcap maupun
bertindak dapat mencemarkan atau menjamhkan namanya, seperti peribahasa yang
mengatakan, “sckali lancung kc ujian, selama hidup orang tak percaya”, karena
im, wajariah kalau ketidakbenaran dapat berakibat kegelisahan, ketidakpastian,
dan kedukaan.
Dr.Yuyun Suriasumantri dalam bukunya
“filsafat Ilmu, sebuah pengantar Populer ada tiga teori kebenaran sebagai
berikut :
1)
Teori
koherensi atau konsistensi
Yaitu
suatu pemyataan dianggap benar bila pemyataan itu bersifat koherensi atau
konsisten dengan pemyataan-pemyataan sebelumnya yang dianggap benar.
Contoh
: setiap manusia akan mati. Paul Manusia. Paul akan mati
2)
Teori
korespondensi
Suatu
teori yang menjalankan bahwa suatu pemyataan benar bila materi pengetahuan yang
dikandung pemyataan itu beikorenponden (beihubungan) dengan obyek yang dituju
oleh pemyataan tersebut.
Contoh
: Jakarta itu ibukota republik Indonesia
3)
Teori
pragmatis
Kebenaran
suatu pemyataan diukur dengan kriteria apakah pemyataan tersebut bersifat
fungsional dalam kehidupan praktis.
Dasar kepercayaan adalah kebenaran. Sumber
kebenaran adalah manusia. Kepercayaan itu dapat dibedakan atas :
Kepercayaan pada diri
sendiri itu ditanamkan setiap pribadi manusia. Percaya pada diri sendiri pada
hakekatnya percaya pada Tuhan Yang Maha Esa. Percaya pada diri sendiri,
menganggap dirinya tidak salah, dirinya menang, dirinya mampu mengeijakan yang
diserahkan atau dipercayakan kepadanya.
2.
Kepercayaan
kepada orang lain
Percaya
kepada orang lain itu dapat berupa percaya kepada saudara, orang tua, guru,
atau siapa saja. Kepercayaan kepada orang lain itu sudah tentu percaya terhadap
kata hatinya, perbuatan yang sesuai dengan kata hati, atau tertiadap
kebenarannya. Ada ucapan yang beibunyi orang itu dipercaya karena ucapannya.
Misalnya, orang yang beijanji sesuatu harus dipenuhi, meskipun janji itu tidak
terdengar orang lain, apalagi membuat janji kepada orang lain.
3.
Kepercayaan
kepada pemerintah
Berdasaikan pandangan
teokratis menurut etika, filsafat tingkah laku karya Prof.Ir. Poedjawiyatna,
negara itu berasal dari Tuhan. Tuhan langsung memerintah dan memimpin bangsa
manusia, atau setidak-tidaknya Tuhanlah pemilik kedaulatan sejati, Karena semua
adalah ciptaan Tuhan. Semua mengemban kewibawaan, terutama pengemban tertinggi,
yaitu raja, langsung dikaruniai kewibawaan oleh Tuhan, sebab langsung dipilih
oleh Tuhan pula (kerajaan)
Pandangan demokratis
mengatakan bahwa kedaulatan adalah dari rakyat, (kewibawaan pun milik rrakyat.
Rakyat adalah negara, rakyat itu menjelma pada negara. Satu-satunya realitas
adalah negara). Manusia sebagai seorang (individu) tak berarti. Orang.
mempunyai arti hanya dal am masyarakat, negara. Hanya negara sebagai keutuhan
(totalitas) yang ada, kedaulatan mutlak pada negara, negara demikian itu
disebut negara totaliter. satu-satunya yang mempunyai hak ialah negara; manusia
perorangan tidak mempunyai hak, ia hanya mempunyai kewajiban (negara diktator)
Jelaslah
bagi kita, baik teori atau pandangan teokratis ataupun demokratis negara atau
pemerintah itu benar, karena Tuhan adalah sumber kebenaran. Karena itu wajarlah
kalau manusia sebagai warga negara percaya kepada negara/pemerintah.
4.
Kepercayaan
kepada Tuhan
Kepercayaan kepada Tuhan
yang maha kuasa itu amat penting, karena keberadaan manusia itu bukan dengan
sendirinya, tetapi diciptakan oleh Tuhan. Kepercayaan berarti keyakinan dan
pengakuan akan kebenaran. Kepercayaan itu amat penting, karena merupakan tali
kuat yang dapat menghubungkan rasa manusia dengan Tuhannya. Bagaimana Tuhan
dapat menolong umatnya, apabila umat itu tidak mempunyai kepercayaan kepada
Tuhannya, sebab tidak ada tali penghubung yang mengalirkan daya kekuatannya.
Oleh karena itu jika manusia berusaha agar mendapat pertolongan dari padanya,
manusia harus percaya kepada Tuhan, sebab Tuhanlah yang selalu menyertai manusia.
Kepercayaan atau pengakuan akan adanya zat yang maha tinggi yang menciptakan
alam semesta seisinya merupakan konsekoensinya tiap-tiap umat beragama dalam
melakukan pemujaan kepada zat tersebut.
Berbagai usaha dilakukan manusia untuk
meningkatkan rasa percaya kepada Tuhannya. Usaha itu bergantung kepada pribadi
kondisi, situasi, dan lingkungan. Usaha itu antara lain :
a)
meningkatkan
ketaqwaan kita dengan jalan meningkatkan ibadah
b)
meningkatkan
pengabdian kita kepada masyarakat
c)
meningkatkan
kecintaan kita kepada sesama manusia dengan jalan suka menolong, dermawan, dan
sebagainya
d)
mengurangi
nafsu mengumpulkan harta yang beriebihan
e)
menekan
perasaan negatif sepeiti iri, dengki, fitnah, dan sebagainya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar