TRADISI HARI RAYA BESAR IDUL FITRI
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan YME karena
berkat limpahan rahmat dan karunia-Nya sehingga saya dapat menyusun
makalah ini tepat waktu. Makalah ini berjudul “HARI RAYA IDUL FITRI DI
INDONESIA”.
Dalam penyusunan makalah ini, saya banyak mendapat
tantangan dan hambatan, akan tetapi dengan bantuan dari berbagai pihak
tantangan itu bisa teratasi. Oleh karena itu, saya mengucapkan terima
kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu dalam
penyusunan makalah ini, semoga bantuannya mendapat balasan yang
setimpal dari Tuhan YME.
Saya menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari
kesempurnaan baik dari penulisan, bentuk penyusunan penulisan maupun
pemilihan materinya. Kritik dan saran sangat saya harapkan untuk
penyempurnaan makalah ini.
Akhir kata semoga makalah ini dapat memberikan manfaat kepada kita sekalian.
DAFTAR ISI
Kata pengantar
Daftar isi
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar belakang masalah
BAB II PEMBAHASAN
1. Pengertian idul fitri
2. Dampak hari raya idul fitri dan penyebabnya
2.1 Tinjauan sosial budaya
2.2 Tinjauan ekonomi
2.3 Tinjauan sarana transfortasi
3. Solusi dari dampak yang terjadi pada hari raya
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar belakang masalah
Lebaran atau hari raya Idul Fitri merupakan hari besar yang
dinanti-nantikan oleh umat Islam di dunia, karena dihari itu adalah
hari kemenangan bagi umat Islam setelah sebulan berpuasa di bulan
Ramadhan.
Di hari lebaran masyarakat muslim di Indonesia biasanya
melakukan mudik, yaitu orang yang bekerja di luar kota, dan akibat mudik
tersebut jalan-jalan di Indonesia macet total. Liburan lebaran juga
sering dijadikan moment untuk berkumpul dengan keluarga,
saudara-saudara, bahkan kerabat jauh. Di hari-hari biasa, biasanya
setiap orang sibuk dengan aktvitasnya masing-masing, sehingga jarang
berkumpul dengan keluarga atau kerabat, jadi lebaran merupakan hari yang
spesial sekali. Di hari lebaran biasanya bahan-bahan makanan dan
sembako harganya melonjak naik, tetapi karena sudah menjadi kebiasaan
masyarakat tak menghiraukannya lagi, bahkan membelinya lebih banyak dari
biasanya.
Melihat kedaan ini, lebaran memang merupakan hari yang
spesial sekali, karena dapat mempengaruhi tatanan hidup masyarakat,
khusunya masyarakat Indonesia dari segi agama, segi sosial, dan budaya,
serta segi ekonomi, maka dari itu saya tertarik ingin mengetahui lebih
jauh tentang lebaran di tinjau dari ketiga segi. Dalam aspek kehidupan
masyarakat Indonesia dan apa dampak terhadap lingkungan kehidupan kita
semua, dan akan saya dokumentasikan dalam bentuk makalah ini.
BAB II
PEMBAHASAN
1. PENGERTIAN IDUL FITRI
Idul Fitri (Bahasa Arab: عيد الفطر ‘Īdu l-Fiṭr) adalah hari
raya umat Islam yang jatuh pada tanggal 1 Syawal pada penanggalan
Hijriyah. Karena penentuan 1 Syawal yang berdasarkan peredaran bulan
tersebut, maka Idul Fitri atau Hari Raya Puasa jatuh pada tanggal yang
berbeda-beda setiap tahunnya apabila dilihat dari penanggalan Masehi.
Cara menentukan 1 Syawal juga bervariasi, sehingga boleh jadi ada
sebagian umat Islam yang merayakannya pada tanggal Masehi yang berbeda.
Pada tanggal 1 Syawal, umat Islam berkumpul pada pagi hari dan
menyelenggarakan Salat Ied bersama-sama di masjid-masjid, di tanah
lapang, atau bahkan jalan raya (terutama di kota besar) apabila area
ibadahnya tidak cukup menampung jamaah. Dan sebelum salat ied di lakukan
imam mengingatkan siapa yang belum membayar zakat fitrah, sebab kalau
selesai salat ied baru membayar zakatnya hukum nya sodakoh biasa bukan
zakat.
Ditinjau dari segi agama jelas lebaran merupakan hari besar
agama Islam, setiap muslim di dunia sangat menantikan datangnya hari
lebaran. Lebaran merupakan hari kemenangan setiap muslim yang telah
melaksanakan ibadah puasa di bulan Ramadhan (kalender Hijriah). Di hari
lebaran setiap muslim
Lebaran merupakan hari yang spesial dimana setiap muslim
kembali ke fitrahnya, seolah-olah seperti bayi yang baru lahir ke dunia,
dan pada malam lebaran setiap muslim wajib membayar zakat paling lambat
sebelum shalat Idul Fitri selesai. Zakat berfungsi untuk menyucikan
harta dan hati kita, lalu zakat yang diberikan kepada orang-orang yang
tidak mampu atau fakir miskin.
Hari lebaran memang hari yang sangat spesial karena di hari
itu. Kita dapat menyambung tali silaturahmi yang mungkin ada yang sudah
terputus sekian bulan lamanya. Di dalam Al-Qur'an juga kita
diperintahkan supaya kita harus tetap mempererat tali silaturahmi dengan
sesama muslim
Lebaran dan agama sangatlah erat kaitannya, bahkan tidak
bisa dipisah-pisahkan satu sama lainnya Setiap muslim memang wajib
mengerjakan ibadah puasa di bulan Ramadhan karena hal itu sangat berguna
bagi kita semua.
2. DAMPAK HARI RAYA IDUL FITRI DAN PENYEBABNYA
2.1 TINJAUAN SOSIAL BUDAYA
Di Indonesia lebaran sudah menjadi kebiasaan dan sudah
menjadi adat istiadat., dimana setiap muslim biasanya merayakan dengan
sangat antusias, di hari lebaran banyak hal-hal yang jarang di lihat di
hari-hari biasa. Biasanya seminggu sebelum lebaran ruas-ruas jalan di
seluruh Indonesia terjebak macet karena dalam lebaran kita akan mengenal
budaya mudik atau pulang kampung yang biasanya mudik orang-orang yang
bekerja di luar kota.
Di hari lebaran kita juga akan melihat beberapa
makanan-makanan khas lebaran misalnya; ketupat, lontong sayur, opor
ayam, dll. Bakhan setiap daerah memiliki makanan-makanan khas daerahnya
sendiri. Dari segi sosial lebaran merupakan hari nyang menyatukan setiap
orang berbagai kelas sosial, biasanya merka tidak mengenal siapa
mereka, mereka tetap saling memaafkan satu sama lainnya, sehingga
lingkungan menjadi rukun, aman, dan damai. Tapi ada juga yang kadang
yang tak memanfaatkan moment lebaran ini dengan sebaik-baiknya, bisanya
mereka mengandalkan imej dan ego mereka sendiri. Sehingga tetap tidak
rukun yang sesanya bahkan keluarga mereka sendiri.
Di bulan Ramadhan dan di hari lebaran bisanya anak-anak
suka bermain petasan dan kembang api, di pasar-pasar / warung banyak
sekali orang berjualan petasan dan kembang api. Padahal petasan di
larang oleh pemerintah karena dapat membahayakan keselamatan tapi
mungkin karena sudah tradisi, tetap saja banyak orang yang menjual
petasan sembunyi-sembunyi, bahkan ada.
Selain itu juga biasanya stasiun-stasiun televisi selalu
menayangkan acara-acara yang berhubungan dengan bulan Ramadhan dan
lebaran. Hal ini sangatlah baik supaya lebaran tetap pada hakikatnya
yaitu hari kemenangan bagi muslim di Indonesia, bahkan di seluruh
Indonesia. Satu hal lagi yang sudah menjadi budaya di hari lebaran yaitu
yang berziarah ke kuburan keluarga kita, banyak sekali masyarakat yang
datang untuk mendo’akan arwah-arwah kaluarganya, bahkan sekarang di
Jakarta khusunya banyak sekali jasa-jasa yang mau mendo’akan atau
memimpin do’a, biasanya orang-orang itu dari luar kota yang mengais
rejeki yang mendo’akan orang yang meninggal.
2.2 TINJAUAN EKONOMI
Bisanya di bulan Ramadhan sampai lebaran harga-harga bahan
pokok melonjak naik, harga BBM bisanya juga naik, minyak tanah, LPG, dan
sebagainya ikut naik. Tapi masyarakat tetap membeli yang harus mereka
beli, walaupun harga-harga sangat mahal. Hal ini jelas sekali sangatlah
penting dalam lebaran, walaupun hal itu tidak diwajibkan. Dalam segi
ekonomi kita membahas hanya seperti ini, karena semuanya sudah kita
bahas dalam segi sebelumnya yaitu segi sosial budaya. Telah kita ketahui
benar bahwa lebaran dalam sosial budaya dan segi ekonomi saling
berkaitan satu sama lainnya. Sehingga tidak perlu di jelaskan lagi.
2.3 TINJAUAN SARANA TRANSPORTASI
Pada hari raya idul fitri tidak asing lagi kita akan
melihat jalan-jalan akan macet yang di penuhi kendaraan-kendaraan yang
ingin mudik ke kampung halaman. Tidak hanya di jalan raya saja yang
terjadi penumpukan penumpang, tetapi kita juga akan melihat kejadian
tersebut di stasiun, pelabuhan, terminal dan bandara. Orang orang yang
ingin mendapatkan tiket rela antri sampai beberapa hari, bahkan tidak
jarang mereka sampai bermalam ditempat penjualan tiket, hanya untuk
mendapatkan tiket dan untuk bertemu sanak saudaranya dikampung halaman.
Hal ini memang sudah menjadi tradisi setiap akan menjelang hari Raya
Idul Fitri.
kesimpulan dari paparan diatas yaitu, pada hari raya idul fitri yang sering terjadi adalah
- Melonjaknya harga-harga barang di pasaran (sembako)
seperti harga daging sapi, cabe, sayur-sayuran dan lain-lain. Yang
mengakibatkan harga-harga tersebut naik karena tingginya permintaan
konsumen terhadap barang tersebut, namun persediaan terhadap barang
tersebut kurang, sehingga terjadinya kenaikan harga barang tersebut.
- Jalur transportasi yang sangat ramai dikarenakan para
masyarakat yang ingin pulang ke kampung halamannya yang sekian lama
merantau di kota lain demi mencari pekerjaan. Hal ini menyebabkan
kemacetan di jalan-jalan, terutama di jalan yang dilalui jalur-jalur
mudik. Tidak hanya di jalan darat saja, namun terjadi lonjakan penumpang
yang mudik di pelabuhan-pelabuhan yang menggunakan jasa kapal, selain
itu juga di bandara-bandara yang menggunakan jasa pesawat terbang.
- Maraknya penjualan mercon, kembang api dan sebagainya
yang dapat mengakibatkan hal yang negatif. Banyak pedagang-pedagang yang
berjualan secara diam-diam, karena hal itu dilarang polisi, namun
mereka tetap saja berjualan untuk mendapatkan keuntungannya. Dampak dari
penjualan mercon, kembang api dan sebagainya itu banyak anak-anak kecil
terkena letupan dari barang tersebut, tak jarang menyebabkan anak kecil
tersebut akan cacat.
3. SOLUSI DARI DAMPAK YANG TERJADI PADA HARI RAYA
Solusi dari semua masalah diatas akan dipaparkan dibawah ini :
Kenaikan harga barang pada waktu menjelang lebaran
sudahlah menjadi musiman setiap tahunnya, mulai dari harga barang
kebutuhan pokok, peralatan rumah tangga hingga barang elektronik.
Masyarakat pada umumnya sudah tahu dan bisa menduga hal itu sehingga
untuk mengantisipasinya dilakukanlah pembelian barang jauh sebelum
lebaran khususnya barang kebutuhan pokok yang tahan lama seperti beras,
gula, minyak goreng, tepung dan barang lainnya yang digunakan untuk
membuat makanan atau kue untuk dimakan pada saat lebaran.
Kegiatan mudik di Hari Raya Idul Fitri merupakan sebuah
tradisi tahunan yang selalu dinanti oleh sebagian besar masyarakat
Indonesia yang berada di rantau. Mereka biasa memanfaatkan momen ini
sebagai salah satu cara mengobati kerinduan akan sanak keluarga dan juga
suasana kampung halaman.tentu hal ini menyebabkan kemacetan yang sangat
luar biasa, bahkan karena kemacetan ini sering menyebabkan meningkatnya
kecelakaan lalu lintas. Untuk mengurangi kemacetan ini pihak polisi,
terutama bagian lalu lintas harus berupaya untuk meminimalisirkannya,
baik dengan cara, yaitu :
1. Mempersipkan jalur alternatif yang bagus dan mendukung, jika terjadi kemacetan yang sangat parah.
2. Mempersiapkan dan memperbaiki jalan-jalan yang rusak, terutama jalu-jalur yang dilewati pemudik.
3. Turun langsung ke jalan raya untuk mengatur jalur lalu
lintas, agar para pemudik bersikap taat pada peraturan lalu lintas. Hal
ini juga bisa berfungsi mengurangi tingkat kecelakaan lalu lintas, yang
sering terjadi akibat pemudik yang mengendarai kendaraannya tidak taat
lalu lintas.
4. ”Pemerintah sebagai penyelenggara negara, diharap
menciptakan kebijakan yang mampu berpihak kepada kenyamanan dan
pengurangan kendaraan yang ada. Bila berani, kurangi produksi kendaraan,
baik roda dua, empat maupun lebih dari sektor produksi. Atau,
pemerintah diharapkan berani mengambil langkah untuk mengurangi volume
kendaraan yang berlalu lalang pada hari raya”
• "Pengawasan terus dilakukan untuk melihat peredaran
petasan di Tanah Abang,” ujar Idris Minggu 23 Agustus, seperti yang
dikutip dari situs milik pemerintah.
Dari kutipan diatas kita bisa simpulkan, untuk mengurangi
tingkat transaksi jual beli mercon, petasan atau kembang api dapat
dilakukan dengan cara :
1. Mengadakan razia menjelang hari raya idul fitri, baik di
jalan-jalan raya yang sering memperdagangkan mercon, petasan dan
kembang api, serta melakukan razia dipabrik-pabrik yang memproduksi
mercon, petasan dan kembang api dalam skala besar.
2. Menghimbau semua orang, terutama anak-anak kecil agar
tidak bermain mercon, petasan dan kembang api, serta memberi penjelasan
apa bahaya dan dampaknya jika terkena ledakannya.
3. Memberikan sanksi yang tegas bagi yang memperjual belikan mercon, petasan dan kembang api, agar para penjual merasa takut.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Kesimpulan dari makalah ini adalah Lebaran atau hari raya
Idul Fitri merupakan hari besar yang dinanti-nantikan oleh umat Islam di
dunia, karena dihari itu adalah hari kemenangan bagi umat Islam setelah
sebulan berpuasa di bulan Ramadhan. Liburan lebaran juga sering
dijadikan moment untuk berkumpul dengan keluarga, saudara-saudara,
bahkan kerabat jauh. Di hari-hari biasa, biasanya setiap orang sibuk
dengan aktvitasnya masing-masing, sehingga jarang berkumpul dengan
keluarga atau kerabat, jadi lebaran merupakan hari yang spesial sekali.
Di hari lebaran biasanya bahan-bahan makanan dan sembako harganya
melonjak naik, tetapi karena sudah menjadi kebiasaan masyarakat tak
menghiraukannya lagi, bahkan membelinya lebih banyak dari biasanya.
DAFTAR PUSTAKA
http://nesaci.com/contoh-kata- pengantar-makalah/ diunduh jum’at, 30 desember 2011
http://onyxblog94.blogspot.com /2011/12/cara-membuat-kata-pen gantar-makalah.html diunduh jum’at, 30 desember 2011
http://id.wikipedia.org/wiki/I dul_Fitri diunduh sabtu, 31 desember 2011
http://www.mediaindonesia.com/ welcome/opinipublik_all/37/10 dinduh sabtu, 31 desember 2011
http://metro.vivanews.com/news /read/8473tanah_abang_diawasi_ dari_perdagangan_petasan diunduh sabtu, 31 desember 2011
http://www.google.co.id/#sclie nt=psy-ab&hl=id&source=hp&q= solusi mengurangi penjualan mercon dan kembang api diunduh minggu, 1 januari 2012
http://www.google.co.id/search ?tbm=isch&hl=id&source=hp&biw= 1468&bih=556&q=gambar+kemaceta n diunduh kamis, 5 januari 20112
http://www.google.co.id/#hl=id &cp=27&gs_id=3n&xhr=t&q=transa ksi+jual+beli+petasan&pf=p& sclient= diunduh kamis, 5 januari 2012
Tidak ada komentar:
Posting Komentar