Kamis, 25 Oktober 2018

E-commerce,E-Business & SEO (Search Engine Optimization)




E-Commerce

Sejarah E-commerce
E-commerce pertama kali diperkenalkan pada tahun 1994 pada saat pertama kali banner-elektronik dipakai untuk tujuan promosi dan periklanan di suatu halaman-web (website). Menurut Riset Forrester, perdagangan elektronik menghasilkan penjualan seharga AS$12,2 miliar pada 2003. Menurut laporan yang lain pada bulan oktober 2006 yang lalu, pendapatan ritel online yang bersifat non-travel di Amerika Serikat diramalkan akan mencapai seperempat trilyun dolar US pada tahun 2011.
Istilah “perdagangan elektronik” telah berubah sejalan dengan waktu. Awalnya, perdagangan elektronik berarti pemanfaatan transaksi komersial, seperti penggunaan EDI untuk mengirim dokumen komersial seperti pesanan pembelian atau invoice secara elektronik.
Kemudian dia berkembang menjadi suatu aktivitas yang mempunyai istilah yang lebih tepat “perdagangan web” — pembelian barang dan jasa melalui World Wide Web melalui server aman (HTTPS), protokol server khusus yang menggunakan enkripsi untuk merahasiakan data penting pelanggan.
Pada awalnya ketika web mulai terkenal di masyarakat pada 1994, banyak jurnalis memperkirakan bahwa e-commerce akan menjadi sebuah sektor ekonomi baru. Namun, baru sekitar empat tahun kemudian protokol aman seperti HTTPS memasuki tahap matang dan banyak digunakan. Antara 1998 dan 2000 banyak bisnis di AS dan Eropa mengembangkan situs web perdagangan ini.

Pengertian E-commerce
E-Commerce adalah singkatan dari Electronic Commerce, yang secara singkat dapat didefinisikan sebagai mekanisme transaksi jual dan beli dengan menggunakan fasilitas internet sebagai media komunikasi. Dalam pengertian yang lain, e-commerce dapat diartikan sebagai rangkaian kegiatan usaha perdagangan yang sebagian atau seluruhnya menggunakan media internet sebagai media komunikasinya. Disebutkan sebagian atau seluruhnya karena kegiatan e-commerce sangat beragam. Ada yang menggunakan internet sebagai media kegiatan perdagangan mulai dari proses produksi, iklan, penjualan, pembayaran, pengiriman, dan pencatatan. Namun, ada juga yang hanya menggunakan internet sebagai media pada sebagian proses perdagangan.



Contoh E-commerce
Contoh E-Commerce yang banyak ditemui dalam kehidupan sehari-hari adalah transaksi jual beli menggunakan situs jual beli online. Beberapa situs yang cukup terkenal dari luar negeri sebut saja amazon.com dan alibaba.com. Sedangkan, dari dalam negeri beberapa diantaranya yang sangat terkenal adalah kaskus.co.id, bukalapak.com, tokopedia.com, dan olx.co.id.

Keuntungan E-Commerce
Keuntungan yang didapatkan dari e-commerce. Salah satunya adalah menjual produk atau jasa secara online tanpa harus mendirikan tooko atau kantor besar seperti yang dilakukan oleh para pelaku bisnis offline sebagai tempat usaha. Hanya dengan memanfaatkan jaringan internet, Anda sudah bisa memasarkan produk atau jasa kepada konsumen kapanpin dan di manapun.
Keuntungan lainnya adalah kemudahan berkomunikasi antara penjual dan pembeli. Dari segi pemaaran barang juga jauh lebih menguntungan karena Anda tidak perlu mengeluarkan biaya tinggi untuk melakkan promosi. Hanya dengan menggunakan jaringan internet, Anda sudah bisa memasarkan produk atau jasa Anda secara meluas ke masyarakat.
Demikian ulasan mengenai e-commerce, manfaat dan keuntungannya. Bisnis e-commerce adalah salah satu bisnis yang menjanjikan sehingga Anda tidak perlu ragu untuk mencobanya. Jika Anda sudah memiliki rencana untuk membangun toko online, tapi tidak tahu bagaimana memulainya, Anda bisa mengandalkan jasa e-commerce enabler seperti 8commerce. 8commerce adalah end-to-end e-commerce enabler Indonesia, mulai dari pengembangan e-commerce dan sistemnya, pemasaran digital, logistik, dan e-commerce fulfillment. 
  
Dampak Negatif E-commerce
  Kehilangan segi finansial secara langsung karena kecurangan. Seorang penipu mentransfer uang dari rekening satu ke rekening lainnya atau dia telah mengganti semua data finansial yang ada.
  Pencurian informasi rahasia yang berharga. Gangguan yang timbul bisa menyingkap semua informasi rahasia tersebut kepada pihak-pihak yang tidak berhak dan dapat mengakibatkan kerugian yang besar bagi si korban.
  Kehilangan kesempatan bisnis karena gangguan pelayanan. Kesalahan ini bersifat kesalahan non-teknis seperti aliran listrik tiba-tiba padam.
  Penggunaan akses ke sumber oleh pihak yang tidak berhak. Misalkan seorang hacker yang berhasil membobol sebuah sistem perbankan. Setelah itu dia memindahkan sejumlah rekening orang lain ke rekeningnya sendiri.



         
E-Business

Sejarah E-business

Pada tahun 1994, ibm, dengan agensinya ogilvy & mather, mulai menggunakan fondasinya dalam solusi dan keahlian ti untuk memasarkan dirinya sebagai pemimpin dalam melakukan bisnis di internet melalui istilah "bisnis elektronik". Kemudian ceo louis v. Gerstner, jr. Siap menginvestasikan $ 1 miliar untuk memasarkan brand baru ini.

Setelah melakukan riset pasar di seluruh dunia pada bulan oktober 1997, ibm memulai dengan potongan delapan halaman di wall street journal yang akan memperkenalkan konsep "e-business" dan mengiklankan keahlian ibm di bidang baru. Ibm memutuskan untuk tidak merek dagang istilah "e-bisnis" dengan harapan perusahaan lain akan menggunakan istilah tersebut dan menciptakan keseluruhan industri baru. Namun, ini terbukti terlalu berhasil dan pada tahun 2000, untuk membedakan dirinya sendiri, ibm meluncurkan kampanye senilai $ 300 juta tentang kemampuan "infrastruktur e-bisnis" -nya. Sejak saat itu, istilah "e-business" dan "e-commerce" telah saling dipertukarkan secara longgar dan telah menjadi bagian dari bahasa sehari-hari.

Pengertian  E-business

Bisnis online atau e- business adalah istilah yang bisa digunakan untuk segala jenis transaksi bisnis atau komersial yang mencakup berbagi informasi di internet. Commerce merupakan pertukaran produk dan layanan antara bisnis, kelompok dan individu dan dapat dilihat sebagai salah satu kegiatan penting dari bisnis apa pun. Electronic commerce berfokus pada penggunaan tik untuk memungkinkan aktivitas dan hubungan eksternal bisnis dengan individu, kelompok dan bisnis atau bisnis lainnya mengacu pada bisnis dengan bantuan internet yaitu melakukan bisnis dengan bantuan jaringan internet. Istilah "e-business" diciptakan oleh tim pemasaran dan internet ibm pada tahun 1996

Tahapan E-business
Tahap- tahap. Berikut tahap-tahap dalam pembangunan/pembentukan sistem E-business :
  1. Memanfaatkan komputer personal, jaringan komputer, dan internet seoptimal mungkin.
  2. Membuat halaman web yang berfungsi untuk menjalin komunikasi antara perusahaan dengan konsumen secara efektif dan fleksibel.
  3. Dan membangun sistem informasi yang efektif.
  4. Serta mengembangkan sistem informasi yang bersifat inter platform.

Kelebihan Dan Kekurangan E-business

Kelebihan =
·         Revenue Stream (aliran pendapatan) baru yang mungkin lebih menjanjikan dan tidak bisa ditemui di sistem transaksi tradisional.
·         Dapat meningkatkan market exposure (pangsa pasar).
·         Menurunkan biaya operasional (operating cost).
·         Melebarkan jangkauan (global reach).


Kekurangan =
·         Pencurian informasi rahasia yang berharga. Gangguan yang timbul bisa menyingkap semua informasi rahasia tersebut kepada pihak-pihak yang tidak berhak dan dapat mengakibatkan kerugian yang besar bagi si korban.
·         Kehilangan kesempatan bisnis karena gangguan pelayanan. Kesalahan ini bersifat kesalahan non-teknis seperti aliran listrik tiba-tiba padam atau jaringan yang tidak berfungsi.
·         Kehilangan kepercayaan dari para konsumen. Ini karena berbagai macam faktor seperti usaha yang dilakukan dengan sengaja oleh pihak lain yang berusaha menjatuhkan reputasi perusahaan tersebut.
·         Penggunaan akses ke sumber oleh pihak yang tidak berhak. Misalkan pembobolan sebuah sistem perbankan oleh hacker, kemudian memindahkan sejumlah rekening orang lain ke rekeningnya sendiri.
         

SEO (Search Engine Optimization)



Pengertian SEO

SEO adalah singkatan dari Search Engine Optimization yang merupakan suatu teknik untuk optimasi dan memaksimalkan nilai relevan halaman website agar meningkatnya ranking kata kunci yang diiringi dengan meningkatnya pengunjung dari Search Engine Google. SEO dilakukan melalui proses yang sistematis (analisa, implementasi, report) yang artinya melakukan Teknik SEO yang masuk dalam kategori Blackhat SEO / Whitehat SEO / Greyhat SEO. Setiap teknik memiliki kelebihan dan kelemahan bila kita jalankan.

Tujuan dan Manfaat SEO
Sekarang, pertanyaan berikutnya apa sih tujuan dan manfaatnya untuk situs? Jika kita tarik dari definisi apa itu SEO dan ilustrasi di atas, maka dapat kita tarik beberapa poin tujuan dan manfaat menerapkan SEO.
  • Tujuan paling mendasar dari SEO tentu adalah memperoleh posisi yang optimal di mesin pencari.
  • Tujuan lainnya, mendapatkan traffic atau lalu lintas pengunjung. Jika dibuatkan alurnya, ketika tujuan pertama di atas tercapai, maka secara otomatis situs akan mendapatkan yang namanya traffic
  • Mendapatkan pengunjung baru yang berkualitas. Maksudnya, pengunjung yang diperoleh benar-benar merupakan pengunjung yang membutuhkan informasi yang disajikan.
  • Meningkatkan durasi kunjungan. Pengunjung yang mendapatkan informasi yang dibutuhkan, logikanya akan rela berdiam lebih lama di situs demi memuaskan rasa ingin tahunya.
  • Meningkatkan konversi, jika Anda adalah seorang penjual, maka SEO dapat mendatangkan konversi yang lebih baik.
  • Meningkatkan popularitas, otoritas dan tentu saja brandawareness. Artinya, orang akan lebih mudah ingat dengan situs Anda.
Jenis-jenis Optimasi SEO
Setelah membahas soal pengertian kemudian tujuan dan manfaat, tiba waktunya kita masuk ke materi yang agak berat. Yaitu jenis-jenis optimasi SEO. Secara umum ada dua jenis optimasi, yang pertama SEO On Page dan yang kedua SEO Off Page. Beberapa waktu lalu saya sudah pernah membahas soal masing-masing optimasi yang bisa Anda baca di sini dan di sini.
Tapi, saya akan ulang kembali pengertian masing-masing optimasi.
SEO On Page
SEO On Page adalah rangkaian upaya optimasi yang dilakukan di situs Anda sendiri agar halaman-halaman yang ada memenuhi kriteria SEO yang baik. Optimasi jenis ini termasuk optimasi yang paling mudah dilakukan dan bahkan sudah jadi ritual rutin bagi para blogger.
Teknik SEO On Page dapat dilakukan dengan cara menyisipkan kata kunci yang relevan di beberapa bagian situs Anda. Misalnya:
  • Judul situs atau judul artikel
  • Deskripsi atau Meta Deskripsi di halaman utama dan juga artikel
  • Isi situs atau artikel
  • Kategori
  • Permalink atau URL
  • Heading
  • Image dan image ALT
SEO Off Page
SEO Off page juga sama, ia juga merupakan rangkaian proses optimasi, tetapi dilakukan di luar dari situs Anda namun merupakan bagian dari faktor-faktor yang dapat mempengaruhi ranking situs Anda. Dalam hal ini kita akan lebih banyak membicarakan soal backlink atau tautan balik.
Teknik ini dilakukan dengan cara membangun backlink dari situs tertentu yang menuju ke situs Anda. Gunanya apa? Gunanya untuk meningkatkan popularitas situs yang juga akan menjadi salah satu indikator menentukan posisi di mesin pencari.
Setiap saat metode SEO Off Page berkembang dan mengalami perubahan, beberapa praktisi bahkan menganggap backlink sudah tidak penting lagi. Namun saya pribadi berpendapat, backlink tetaplah penting dan menentukan selama diterapkan dengan cara yang benar. Berikut adalah beberapa jenis backlink yang direkomendasikan oleh praktisi SEO.
  • Jejaring sosial seperti Twitter, Facebook, Google+, Youtube, dan lain-lain
  • Web 2.0 properties (Blogspot, WordPress, Weebly, Tumblr, dan sebagainya)
  • Forum signature (kaskus, forum detik, forum kompas)
  • Social bookmark
  • Komentar blog dengan cara mengunjungi blog sejenis dan meninggalkan komentar serta tautan.
  • Guest post


DAFTAR PUSTAKA

Tidak ada komentar:

Posting Komentar